Eigendom Dan Pelaksanaanya

Anggapan Lama bahwa sikap Dan pandangan manusia terhadap alam semesta yang dianggapnya sebagai lawan yang harus diusahakan untuk ditundukkan Dan akhirnya diperbudak guna memuaskan segala keinginan Dan nafsunya. Anggapan ini merupakan dasar bagi konsep hukum tentang “hak milik mutlak”

Hak Milik Mutlak atau Eigendom adalah sistem hukum atau faham yang dianut oleh Eropa-Amerika yang diwarisinya dari hukum Romawi Kuno. Dalm sitem Hak Milik Mutlak, pemilik dapat berbuat semau-maunya terhadap miliknya, yang sering dikaitkan dengan tanah. Kemutlakan ini tidak mengindahkan akibat dari kebebasan tersebut yaitu penggunaan yang maximal tanpa memikirkan kelanjutan atau nilai guna yang dapat manfaatkan untuk kelanjutan biotic community, masyarakat organisime hidup,Dan abiotik community, masyarakat benda mati. Walaupun ada batasnya-batasnya atas keberlakuan system kemutlakan ini yang mengharuskan agar tidak melanggar peraturan pemerintah demi ketertiban Dan keamanan masyarakat, akan tetapi belum ada peraturan pemerintah yang dimaksudkan sebagai batasan kemutlakkan tersebut sebelum diajukan pembicaraan tentang masalah lingkungan hidup yang dikenal dengan konfrensi Stockholm tahun 1968.
Boleh dibilang bahwa manusia dengan alamnya telah lambat sadar mengenai ketidak seimbangan ekosistem. Sehingga meninggalkan keharmonisan Dan kestabilan demi manjalin sumber energi antara biotic dengan abiotik.
Sistem hukum atau faham “eigendom” menumbuhkan kesadaran hukum bahwa “ hak milik adalah mutlak tidak dapat diganggu gugat serta suci” yang merupakan sendi dasar hukum yang bercorak induvidualistis. Kolonialisme, penjajahan perang dunia serta invasi yang berbuntut pada kekuasaan telah lama menguasai dunia demi memperebutkan kekayan alamnya sehingga meninggalkan alam tanpa kualitas Dan quantitas yang bernilai puluhan tahun kemudian hingga Sekjen PBB U Thant pada tahun 1989, menerbitkan laporannya yang berjudul “Man and His Environment: Problems of the Human Environment” dengan Resolusi No. 2398/XXIII. Dalam laporannya ini, dapat disimpulkan bahwa
…telah terjadi krisis dengan jamngkauan seluruh dunia termasuk nagara maju maupun Negara berkembang, yang dapat dilihat dari tanda-tanda ancaman yaitu:
• ledakan kependudukan
• Integrasi yang tidak memadai antara teknologi yang amat kuat dengan keperluan lingkungan
• kerusakan lahan budi daya
• pembangunan tidak berencana dari kawasan perkotaan
• menghilangkan ruang terbuka Dan bahaya kepunahan yang terus bertambah mengenai kehidupan satwa Dan tumbuhan.
Segala sesuatu di dunia ini erat hubungannya satu dengan yang lain. Kehidupan antara manusia dengan manusia, manusia dengan hewan, manusia dengan tumbuh-tumbuhan bahkan manusia dengan benda-benda mati sekalipun. Begitupun dengan kehidupan hewan serta tumbuhan-tumbuhan. Keterkaitan satu dengan yang lainnya menjadi focus dari ilmu Ekologi, yang tidak luput dari waktu. Adapun hubungan antara ecology dengan biotic community yaitu gambaran menyeluruh kehidupan yang ada pada suatu lingkungan pada saat tertentu

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s