Menertawakan diri (ngempet dan tertunda)

Pagi ini seperti biasa saya menyusuri jalan setapak.Pikiran menerawng ke langit, seakan mendung tak tahan lagi menjamah bumi.Hati menggumam’ alhamdulillah gerimis dah berhenti.Jadi bisa lanjut ni perjalanan.Kelihatannya ni hujan ngempet atau tertunda ya.

Lha terus apa bednya ngempet dan tertunda?
Kalau ngempet suatu saat pasti mbrojol.Nah kalau tertunda, akan terjadi di waktu yang lain.
Sama saja kalau begitu?

ya gak sama.Ngempet itu cenderung berarti menanti waktu yang pas, sementara tertunda tu memang sengaja untuk mengalihkan waktu di saat yang tepat.

Ya kan sama-sama menunggu?
tetap berbeda.Ngempet menunggu untuk berkumpul semua.tertunda, menunggu bukan untuk berkumpul tapi mempertimbangkan apakah sudah tiba saatnya atau belum.

Tapi kan ngempet butuh pertimbangan juga?
ngeyel tho,Ngempet bisa dengan pertimbangan dan bisa tidak.Tapi Pada umumnya selalu tanpa pertimbangan.Hujan ngempet turun dengan pertimbangan tanahnya dah subur, negeri dah makmur, rakyatnya rajin tafakkur, setiap harinya tak lepas dari tadabbur.Kalau hujan dah kebelet tu tandanya tanahnya kerontang, negerinya gersang, rakyatnya maksiat tak karuan, setiap harinya tak lepas dari nafsu setan.Sungguh kasihan.

Nah terus yang tanpa pertimbangan?
Yo hujan gak ngurus apakh kamu kurus atau gak terurus.Yang penting turun ja gitu.Tidak memandang apakh ada yang belum mandi atau gak.Itu yang namanya ujian dan cobaan.Bagaimana kita bisa mempersatukan anasir alam.Sabdanya sudah jelas tho”ukhuwah islamiyah”.Ukhuwah tu persaudaraan, Islamiyah tu yang aman atau menyelamatkan.Jadi jangan terkungkung pada pasungan saudara seiman.Mereka yang berlainan keyakinanpun juga saudara kita.Da lagi persaudaraan antara kita, lingkungan alam dan makhluk lainnya.mau gak banjir?jangan menentang alam, tapi berkawan.Gak ingin diserbu kawanan rayap,semut,nyamuk, dkk.Ya jangan memusuhi mereka.berkawanlah dengan mereka.

Maksudmu tu apa? kita kan lagi bahas hujan.Kok yang disebut para binatang, ukhuwah, alam.
Hujan itu ya muncratan dariku padamu.Maksudnya jangan pernah menjadi diri yang eksklusif.Aku dan kamu berbeda.Aku halal dan kamu haram.AKu suci dan kau najis.Meski kita ber beda tapi kita satu ikatan dalam sinergi berkehidupan.Alam itu saudra kita, binatang itu saudara kita, manusia yang berlainan kulit, kelamin, ras, agama, idealitas, agama, madzhab juga saudara kita.Tapi ingat lakum dinukum waliyadin.Ciptakan keseimbangan tanpa menimbulkan jurang perbedaan.

kesimpulannya apa antara ngempet dan tertunda?
Ngempet, mari ngempet untuk hal-hal yang perlu tindak rekonstruksi atau revisi.Tertunda, mari menunda untuk hal-hal yang memang belum saatnya terjadi.Insya alloh dengan sabar,belajar, dan tawakkal lita kan capai hasil gemilang.Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alalloh.Dan jangan lupa untuk melkukannya dengan kerja keras,niat ikhlas, pikiran yang cerdas, dan hati yang mawas.

Syukron ‘ala husnihtimamikum.

Dan tak terasa tapakku menginjak di pelataran UIN malang.Ternyata berhayal menuntaskan perjalanan tanpa rasa.Padahal jaraknya 4 kilometer…hahahahahahahahahahaha

Advertisements

One thought on “Menertawakan diri (ngempet dan tertunda)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s