MODUL IV, Algoritma Pemrograman I

A.  PEMBAHASAN

Program 1
import java.util.Scanner;
public class Konversi
{
     public static void main (String[] args)
     {
          Scanner masuk = new Scanner (System.in);
          float m, cm, inci;
          System.out.print(“Masukkan ukuran dalam Meter:”);
          m = masuk.nextFloat();
              cm = m * 100;
          inci = m * 100 / 2.54f;
          System.out.println(“Ukuran dam CM = “+cm);
          System.out.println(“Ukuran dam Inci = “+inci);
     }
}
Hasil output program :
Penjelasan :
import java.util.Scanner;
Digunakan untuk melakukan atau pemanggilan package yang akan digunakan didalam program
public class Jumlah
{ // awal definisi kelas
     public static void main (String[] args)
     { // awal main
Terdapat pernyataan public class. Pernyataan ini adalah pernyataan pembuka sebuah kelas. Kelas sendiri digunakan untuk menciptakan objek. Kata public di depannya berfungsi agar kelas tersebut dapat diakses oleh semua program lain. Class itu sendiri diberi nama Latihan1. Lalu kita menemukan pernyataan public static void main (String [] args) adalah pernyataan pembuka sebuah metode. Metode sendiri adalah kumpulan pernyataan untuk melakukan suatu tugas tertentu  dalam kelas. Dalam setiap aplikasi harus ada sebuah metode yang bernama main yang akan dieksekusi pertama kali saat program tersebut dijalankan. Pada program di atas terdapat kata static pada pernyataan pembuka metode main. Hal ini berarti metode maintidak mengubah atau menggunakan objek yang diciptakan oleh kelas tersebut, sehingga dapat dikatakan berdiri sendiri dan tidak terikat dengan objek. Dalam metode maindalam aplikasi, parameternya adalah selalu String[]args, di mana args hanyalah sebuah nama dari objek array dari String. Array ini nantinya akan berisi parameter-parameter yang diberikan user sebagai argumen.
Scanner masuk = new Scanner (System.in);
Digunakan untuk memanggil fungsi Scanner dan StreamReader dari package io dan util, fungsi tersebut digunakan untuk membuat object
float m, cm, inci;
Float (single-precision 32-bit IEEE 754 floating point) digunakan untuk melakukan pendeklarasian tipe data dengan hasil decimal untuk setiap veriabel yang akan digunakannya.
System.out.print(“Masukkan ukuran dalam Meter:”);
m = masuk.nextFloat();
Bahasa pemrograman tersebut digunakan untuk melakukan penginputan banyaknya data dari keyboard dengan tipe integer.
cm = m * 100;
Salah satu contoh ekspresi yang terdiri dari konstanta dengan precedence yang bertipe aditif yang digunakan untuk menjumlahkan konstanta atau entitas.
System.out.println(“Ukuran dalam CM = “+cm);
Bahasa pemrograman ini digunakan untuk pemanggilan array yang telah diinput yang kemudian akan ditampilkan isi variable hasil ekspresi operator.
} // akhir main
} // akhir definisi kelas

B.   TUGAS
1.      Di tamabah dari dosen pengampu.
A.    Luas Kerucut
import java.util.Scanner;
public class LuasKerucut
{
            public static void main(String args[])
            {
            Scanner masuk = new Scanner(System.in);
            float phi,r, s, v;
            System.out.println(“Masukkan luas:”);
            r = masuk.nextInt();
            System.out.println(“Masukkan volume:”);
            s = masuk.nextInt();
            phi = 3.14f;
            s = phi * r * s * r;
            System.out.println(“Luas Kerucut=”+s);
            }
            }
B.     Volume Balok
import java.util.Scanner;
public class VolumeBalok
{
            public static void main(String args[])
            {
            Scanner masuk = new Scanner(System.in);
            float phi,p, l, t;
            System.out.println(“Masukkan panjang:”);
            p = masuk.nextInt();
            System.out.println(“Masukkan lebar:”);
            l = masuk.nextInt();
            phi = 3.11f;
            t = phi * p * l * p;
            System.out.println(“Volume Balok=”+t);
            }
            }
C.    Volume Kerucut
import java.util.Scanner;
public class VolumeKerucut
{
            public static void main(String args[])
            {
            Scanner masuk = new Scanner(System.in);
            float phi,r2, t,v;
            System.out.println(“Masukkan panjang:”);
            r2 = masuk.nextInt();
            System.out.println(“Masukkan lebar:”);
            t = masuk.nextInt();
            phi = 2.10f;
            v = phi * r2 * t * 1/3 ;
            System.out.println(“Volime kerucut=”+v);
            }
            }
  
D.  KESIMPULAN
Penggunaan sekuensi hanya dapat melakukan program yang sederhana dengan masalah yang sederhana juga. Biasanya terdiri dari masalah kecil dan berdiri sendiri. Pada pembahasan ini juga dipelajari membuat psedocode sebelum implementasi ke bahasa pemrograman.
E.   LISTING
              Terlampir 
Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s