MODUL SO : K Desktop Enviroment (KDE)

1. Tujuan:

Megenal bagaimana menggunakan linux dengan GUI (Graphic User Interface) yang menggunakan desktop manager KDE (K-Desktop Enviroment)
2. Landasan Teori:
K Desktop Enviroment (KDE) adalah manajer yang paling bayak digunakan dalam sistem operasi Linux. Hampir semua distribusi Linux menyertakan KDE sebagai desktop manager default. Salah satu alasan penggunaan KDE secara luas adalah karena KDE mirip sekali dengan GUI milik sistem operasi windows.
3. Pelaksanaan Praktikum:
1.      Mengubah Ukuran dan Lokasi Panel.
  • Arahkan mouse pada tombol Show & Hide di panel. Klik kanan tombol mouse untuk menampilkan menu popup.
  • Pilih menu Preferences, maka akan muncul jendela Settings, lalu pilih tab General.
  • Pada kotak group Panel Location, pilih lokasi yang dikehendaki :
  • Left        : Menampilkan panel appearance (menu star) pada sisi kiri layar
  • Right      : Menampilkan panel appearance (menu star) pada sisi kanan layar
  • Top        : Menampilkan panel appearance (menu star) pada sisi atas layar
  • Botton  : Menampilkan panel appearance (menu star) pada sisi bawah layar
  • Pada kotak group Panel Style, pilih ukuran yang dikehendaki :
    • Tiny                        : Tampilan star menu Paling kecil
    • Small                     : Tampilan star menu kecil
    • Medium               : Tampilan star menu sedang
    • Largo                     : Tampilan star menu besar
    Dapat kita lihat sebagaimana hasil praktek di bawah pada menu position kemudian pada panel panel location dipilih top dan panel style kita pilih medium maka tampilan sebagaimana di bawah menu panel star akan diaktifkan pada posisi atas layar dan bentuknya agak besar.
    Sebenarnya pada menu configurasi appearance ini terdapat banyak menu, selain panel position ada beberapa fungsi lainnya yaitu:
    ·         Menu Hiding yaitu menu untuk menampilkan dan menyembunyikan panel dan di dalamnya terdapat menu hiding button, hiding button size, manual hiding animation, automatic hide,dan automatic hiding animation.
    ·          Look & Feel dimana menu pengaturan ini berkaitan dengan background tampilan icon-icon, yang terdiri dari general (tampilan secara umum), K-Menu Title, Quick browser Title, Aplication loucher titles, Windows list titles, Background image.
    ·         Menus yaitu menu panel yang mengatur penampilan browser layaknya navigasi untuk explore file-file yang ada di dalam computer. Dan tidak menutup kemungkinan  juga data digunakan untuk browser internet. Menu yang ada adalah K Menu Layout, Menu Chace, Browser menus dan “Quick Star” section contains.
    ·         Applets yaitu tampilan-tampilan pendukung yang di dalamnya ada menu security Level dan menampilkan applet apa saja yang terinstall.
    ·         Extention, dimana menu ini memberikan pilihan terhadap menu tampilan tambahan.
    Sebagaimana perintah dalam praktikum panel menu star kita buat sebagaimana di bawah:
    2.      Menu Hiding adalah fasilitas dari linux destroy Mandrix terdapat pada menu preference panel appreance digunakan untuk mengubah Perilaku Panel. Panel bisa ditarnpilkan dan disembunyikan, baik secara manual maupun otomatis, sebagaimana di bawah:
    • Pilihan Show  &   Hide  di   panel,   pilih   menu Preferences, lalu akan muncul jendela Settings.
    • Pilih tab Hiding, pada kotak group Hide Buttons berilah tanda untuk menampilkan   tombol   Show   &   Hide   dan   hilangkan   untuk   tidak menampilkan.
    Hasilnya adalah:
    Pembahasan: sebagaimana pilihan menu di atas bahwa dengan memberikan tanda centhang pada menu botton dapat dilihat  panel bar yang selalu terlihat sekarang secara otomatis dalam posisi hidden apabila mouse tidak over di atas menu panel tersebut dalam jeda 1 menit.
    Tombol ini jika diaktifkan maka memberikan perintah agar mandrix memberikan fasilitas untuk melakukan penyembunyian menu panel enable left/top untuk menyembunyikan ke kanan / ke atas apabila menu panel berada pada posisi kiri dan bawah sehingga menu akan tersembunyi di kiri atau di atas desktop.
    Sedangkan enable right/bottom hide button sama seperti fungsi di atas tetapi fungsinya ketika menu panel berada di atas dan kanan sehingga menu panel dapat disembunyikan di kanan ataupun di bawah layar desktop.
    Fungsi Hide Button Size hanyalah memberikan pilihan kepada user bentuk dari menu panah untuk menyembunyikah dalam bentuk kecil, sedang atau besar.
    Line Callout 3: Hiden button size  

    3.     Pembahasan untuk pengaturan icon ini ada beberapa cara. Satu cara untuk merapikan Icon pada Desktop adalah dengan cara shorting karena adakalanya icon pada Desktop tidak tersusun dengan baik, icon-icon pada Desktop dapat dirapikan dengan langkah sebagai berikut:
    • Tempatkan mouse pada area Desktop yang kosong.
    • Klik tombol kanan mouse untuk memunculkan menu popup.
    • Pada menu popup :
    • Pilih Line up Icons, untuk merapikan icon secara berbaris ke atas.
    • Pilih Arrange Icons, untuk merapikan icon berdasarkan nama, ukuran dan tipe.
    Mari kita lihat tampilan dari menu
    Kita lihat di atas pada menu arrange icons memberikan lima alternative sortir. Pada Directoris list berarti prioritas utama penyortiran berdasarkan direktori. Icon yang menunjukkan directori akan diletakkan pada ujung awal penempatan. Sedangkan by Name (case sensitive) akan memperlakukan penempatan berdasarkan nama tetapi dengan membedakan huruf besar dan kecil sedangkan by Name (case insentitive) tidak akan memberlakukan beda icon dengan penulisan nama capital maupun tidak. Untuk by size berarti akan mensortir icon berdasarkan besar kecilnya file dan yang terakhir akan mengelompokkan dengan by type adalah melakukan sorting berdasarkan type file dari icon-icon tersebut sesuai abjad yang ada, icon dengan type file .exe akan didahulukan dibandingkan dengan type file .fli atau .tgz dan sebagainya.
    Berikut sebagai contoh pengaturan icon:
                                                                                    
             1. Direktori First         2. Berdasarkan Nama       3. Berdasarkan size            4. Berdasakan Type
    Mengatur Tampilan Terminal.
    4.      Menjalankan Terminal.
    Terminal bisa disamakan dengan MS®-DOS® Prompt di sistem operasi Windows.
    • Dari tombol K, pilih menu Terminal, lalu pilih terminal yang diinginkan yaitu antara lain: Shell, Terminal dan xTerm.
    Hasilnya:
    5.      Mengubah Skema Terminal.
    • Tempatkan pointer mouse pada bagian kosong jendela Terminal.
    • Klik kanan tombol mouse untuk menampilkan menu popup, pilih menu Schema untuk memunculkan submenu popup.
    • Pilih skema yang di inginkan, lalu amati perubahannya.
    • Agar setting tersebut tidak berubah, pilih menu Save Setting pada menu popup.
    Hasilnya:
    Menu ini memberikan keleluasaan kepada user atau sifat customer style atau sekehendak hati untuk menghilangkan rasa jenuh para penggunanya. Karena menu untuk shell ini aslinya sangat sederhana. Berupa jendela windows yang berlatarbelakang hitam dengan tulisan putih. Tentunya pengguna akan jenuh dengan tampilan tersebut. Dapat kita lihat sebagaimana hasil praktek di atas terjadi prubahan pada jendela terminal sesuai dengan menu yang dipilih,  sebagaimana di bawah, menu yang dipilih adalah menu “marble”.
    6.      Umuk Menampilkan atau Menyembunyikan Menu Bar.
    • Pada menu popup, berikan atau hilangkan tanda pada menu Show MenuBar.
    • Agar seting tersebut tidak berubah, pilih menu Save Setting pada menu popup.
    Hasilnya:
    Pada menu pulldown di atas Show Menubar tidak diaktifkan sehingga menu bar shell tidak terlihat. Lain halnya apabila kita pilih dengan mengklik maka menu bar dibagian atas window shell ini akan muncul.
    Demikian juga dengan menu-menu lain seperti show toolbar adalah menu untuk menyembunyikan menu icon yang berada di bawah layar. Kemudian menu frame adalah untuk menampilkan dan menyembunyikan bingkai windows. Kemudian menu scrollbar adalah menu untuk menampilkan dan tidak menampilkan serta posisi dimana scroll akan ditempatkan (atas, bawah atau kiri). Menu lainnya yaitu Full-Screen (tampilan penuh), Size (adalah besarnya kotak windows), font (adalah bentuk huruf), Schema (bachground/tema), history (sejarah penggunaan), keyboard (type dan jenis keyboard), word sparators (pemindai kata), kemudian warm for open sessions on quit dan save settings(adalah untuk menyimpan semua setting tersebut sehingga akan digunakan untuk seterusnya, setiap kali membuka shell program.
    7.      Mengubah Ukuran Font.
    • Pada menu popup, pilih menu Font, lalu pilih ukurannya sesuai keinginan anda.
    • Agar setting tersebut tidak berubah, pilih menu Save Setting pada menu popup.
    Hasilnya:
    Sebagaimana penjelasan di atas bahwa menu font ini memberikan alternative penggunaan font menurut selera pemakai. Kadang pemakai satu dengan yang lain berbeda selera, ada yang menginginkan bentuk font besar sekali, ada yang sedang dan ada pula yang kecil-kecil aja akan kelihatan leluasa dan lebih melingkupi semua.
    8.      Membuka Shell Terminal Baru.
    Untuk membuka Shell baru, klik menu File lalu pilih Shell yang diinginkan atau pilih tombol New yang ada disebelah kiri bawah Terminal.
    Hasilnya:
    9.      Mengunci Desktop.
    Desktop dapat dikunci agar pengguna lain tidak dapat menggunakan komputer saat ditinggalkan. Untuk dapat menggunakan komputer kembali, harus dimasukkan password dari pengguna.
    • Untuk mengunci desktop, klik tombol Lock Desktop, yang ada dibagian kanan bawah Desktop (seperti kunci Gembok).
    • Untuk membukanya, gerakkan mouse atau tekan sembarang tombol yang ada pada keyboard.
    • Kemudian   akan   muncul   jendela   yang   meminta   pengguna   untuk memasukkan password.
    Hasilnya:
             Fungsi dari lock screen adalah untuk mengamankan computer saat tertentu kita tinggalkan. Komputer akan menampilkan screen saver dan apabila ada orang yang akan menggunakan pasti akan ditanyakan password untuk bisa masuk. Apabila tidak memiliki password yang benar maka komuter akan memberikan komentar bahwa password faild dan tidak dapat digunakan sampai password benar. Dan computer harus dimatikan secara paksa untuk mengakhiri kunci password tersebut.
    Mengenal KFK (Konqueror File Manager).
    Berguna dalam melakukan pengaturan file.  KFM ini bisa disamakan dengan Windows explorer dalam sistem operasi Windows.
    10.   Menghubungkan atau Memutuskan antara Bagian Kiri dan Bagian Kanan dari KFM.
    Klik cek Link yang berada di kanan bawah dari KFM, kemudian amati perbedaan antara sebelum anda klik dan sesudah anda klik.
    Line Callout 3: Tanda        aktif        tidak aktifLine Callout 3: Windows Link (þaktif/ •tidak aktif)
    Bahwa setelah tanda check dinon-aktifkan maka sewaktu kita mengklik folder di sisi kiri isi folder tersebut tidak ditampilkan di windows sebelah kanan. Dapat disimpulkan bahwa tanda link tersebut fungsinya adalah menampilkan atau tidak menampilkan isi dari sebuah folder.
    11.   Mengubah Tampilan KFM.
    Pilih    menu   Windows,    lalu   pilih   submenu    berikut   dan   menurut penjelasan bahwa menu split window ada di menu window.
    1.       Split View Left/Right, adalah perintah dimana KFM akan menghasilkan windows lain yang juga terlink pada folder tertera paling kiri apabila tanda link di bawah windows tersebut di aktifkan. Tanda aktif dan tidaknya dapat dilihat pada lingkaran kecil sebelah kiri setiap window yang ada yang akan ditandai dengan warna hijau. Apabila warna lingkaran tersebut hijau maka menandakan bahwa windows terhubung dengan folder dan apabila di klik pada folder maka isi dari folder akan ditampilkan di windows yang aktif.
    Line Callout 3: Tanda        aktif        tidak aktifLine Callout 3: Windows Link (þaktif/ •tidak aktif)
    2.       Split View Top/Bottom
    3.       Remove Active View.
    Jendela yang aktif adalah jendela yang pada bagian kanan bawahnya terdapat bulatan yang berwarna hijau.
    12.   Membuat Direktori.
    • Letakkan pointer pada bagian sisi kanan yang kosong, lalu klik kanan untuk menampilkan menu popup.
    • Pilih menu Create New, lalu pilih submenu Directory.
    • Akan   muncul   jendela   Create   Directory,   kemudian   berikan   nama direktorinya, lalu klik tombol OK.
    Hasilnya:
    13.   Mencari File.
    • Pilih menu Tools, lalu submenu Find File, maka akan muncu! Jendela Find.
    • Piiih tab Home/Location, lalu masukkan kriteria file yang akan dicari, pada kotak drop down Named.
    • Masukkan direktori tempat pencariian akan dimulai baik secara langsung (mengetikkari nama direktorinya) atau dengan meng-klik tombo! Browse, pada kotak drop down Look-in.
    • Berikan tanda pada kotak cek Include subdirectories, agar pencarian dilakukan sampai ke subdirektori.
    • Tekan tombol Find untuk memulai pencarian. Hasil pencariaan akan muncul dibawah jendela Find.
    Hasilnya:
    14.   Mengetahui Properti File atau Direktori.
    Setiap file atau direktori memiliki banyak properti, misalnya : ukurannya, tanggal rnodifikasi terakhir dan lain-lain.  Untuk melihat atau mengubah properti file atau direktori, langkahnya adalah sebagai berikut:
    • Klik kanan pada file atau direktori yang diinginkan, maka akan muncul menu popup.
    • Pilih menu Properties, sehingga akan muncul jendela Properties.
    • Pilih tab General, amati informasinya dan jelaskan.
    • Pilih tab Permissions, amati modus akses dan kepemilikan file atau direktori dan jelaskan (untuk mengubah modus akses file atau direktori, beri atau hilangkan tanda pada modus yang diinginkan.
    Hasilnya:
     
    Trash Bin
    Direktori khusus yang berguna untuk menampung file-file yang akan dihapus, dalam sistem operasi windows biasa disebut Recycle Bin. Namun cara penggunaannya berbeda.
    14.   Memindahkan File atau Direktori ke Direktori Trash.
    • Arahkan pointer mouse pada file atau direktori yang diinginkan, pada sisi kanan KFM, lalu klik kanan tombol mouse untuk menampilkan menu popup.
    • Pilih menu Move to Trash, maka file atau direktori yang dipilih akan berpindah ke direktori Trash milik pengguna yang bersangkutan.
    Hasilnya:
    15.   Memulihkan File atau Direktori dari Direktori Trash.
    • Bukan direktori Trash.
    • Arahkan pointer mouse pada file atau direktori yang akan dikembalikan ke tempat asalnya, pada sisi kanan KFM, lalu klik kanan tombol mouse untuk menampilkan menu popup.
    • Pilih menu Undo: Move, untuk memulihkan file atau direktori ke tempat asalnya.
    Hasilnya:
    TUGAS:
    Buatlah tampilan pada linux (Mandrik atau Ubuntu) agar menyerupai windows xp/vista.
    Tampilan desktop linux ubuntu yang mirip dengan windows xp. Padahal ini hanya memanfaatkan wallpaper windows xp yang kemudian diberikan pada ubuntu 9.04. Apabila kita menginginkan untuk mengubah sampai kepada icon-iconnya maka ada beberapa hal, yaitu kita harus menginstallkan bundel program yang disiapkan untuk mengubah menu-menu pada linux ubuntu menjadi berpenampilan windows Xp. Berikut kami sampaikan cara penginstalan tampilan linux ubuntu menjaid berpenampilan xp.
    Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
    1.      Langsung saja download file XpGnome.tar.gz di internet.
    2.      Ekstrak file tersebut (sekali atau dua kali, sehingga didapat folder bernama XpGnome
    3.      Di dalam folder tersebut ada file bernama InstallXpGnome.sh, klik saja dua kali dan jika muncul kotak dialog, klik “Run” (tombol paling kanan)
    4.      Proses berjalan, kemungkinan akan muncul promp untuk memasukkan password sebagai root, jadi masukkan saja password user kamu.
    5.      Selesai, tampilan kini seperti dalam screenshot di bawah ini.
    Coba lihat linux ubuntu 9.04 yang sudah berpenampilan windows xp.
     
    Berikut penampilan desktopnya                                               Tampilan menu star menyerupai xp
     
    Tampilan explorer atau file browser                                        Add/Remove Aplication
    Bahkan saat ini ubuntu berpenampilan windows 7 saja sudah tersedia. Tinggal kita mendownload program yang diperlukan kemudian kita install. Begitu instalasi selesai siap sudah ubuntu kita bergaya windows 7.
    KESIMPULAN:
    1.                   Menu yang disajikan oleh Linux Mandrix cukup lengkap dan tidak kalah seru dengan menu-menu yang disajikan oleh windows.
    2.                   Menu-menu ini merupakan fasilitas GUI sebagai layanan agar Operating System yang bernama linux bersifat user friendly dan good dalam hal user interface. Dimana pengguna akan merasa familier, mudah dan merasa nyaman tentunya.
    3.                   Dalam linux juga memanfaatkan fungsi tombol mouse bagian kanan untuk memunculkan/sebagai navigasi terhadap perintah-perintah yang ada. Dengan demikian tentu akan banyak memudahkan pengguna dalam mencari fungsi-fungsi yang diperlukan.
    4.                   Linux Mandrix mudah digunakan dan cukup nyaman untuk bekerja, fasilitasnya cukup lengkap besar kemungkinan migrasi yang diperlukan oleh para user memang harus digalakkan sehingga masyarakat tidak menjadi widows operating system sebagai satu-satunya operating untuk bekerja dan menyelesaikan pekerjaannya.
    5.                   GUI (Graphic User Interface) pada prinsipnya sama antara system operasi satu dengan lainnya. Kreatifitas dan kemampuan visualisasi masing-masing programmer yang menentukan style penampilan system operasi ini. Sehingga kita tidak perlu pobi dengan banyaknya system operasi yang bermunculan cukup kita mengetahui dasarnya saja pasti bisa kita operasikan karena setiap system operasi saat ini sudah dilengkapi dengan GUI yang tentunya dibuat user friendly.
    Advertisements

    Leave a Reply

    Please log in using one of these methods to post your comment:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s